“Kami mempunyai bisns keluarga yaitu produksi bandeng duri lunak di
mana sampai saat ini bisnis keluarga tersebut masih melayani daerah makassar
saja. Sampai saat ini pusat penjualan kami masih di pasar tradisional dengan
kemasan sederhana. Yang ingin kami tanyakan:
1.
Bagaimana cara
marketing/membangun jaringan yang baik agar produksi kami ini dikenal publik?
Bisakah dipisahkan antara produksi untuk kalangan menengah ke atas dan menengah
ke bawah?
2.
Bagaimana kiat dan tips
agar produk kami bisa masuk mal-mal?”
—————
Ada
beberapa cara yang bisa digunakan untuk memasarkan produk agar cepat di kenal
luas di publik. Di antaranya dengan dengan promosi yang gencar melalui media
massa (cetak maupun elektronik). Ada dua jalur yang bisa ditempuh, yang pertama
jalur advertising (pemasangan iklan) dan jalur pemberitaan (liputan). Kalau
Anda mau menggunakan jalur advertising, sudah barang tentu Anda akan
berhubungan dengan bagian iklan di media tersebut dan kemudian Anda akan
menerima tabel daftar harga iklan plus discount yang akan mereka berikan. Nah,
ketika Anda setuju dengan tarif dan ukuran iklan tersebut, maka iklan akan
terpasang sesuai dengan waktu yang ditentukan. Saran saya, lebih baik Anda
memasang iklan kecil namun rutin atau sering muncul daripada iklan besar tapi
hanya muncul sekali atau jarang-jarang. Cara yang kedua adalah menempuh jalur
pemberitaan. Anda harus jeli dalam melihat momentum bahwa pihak media selalu
membutuhkan informasi atau berita setiap hari.
Oleh
karena itu, Anda harus bisa memposisikan diri untuk selalu menjadi sumber
berita yang dicari-cari pihak media tersebut. Sudah barang tentu agar bisnis
Anda bisa diberitakan, Anda harus mendesign agar bisnis tersebut terlihat khas,
unik dan menarik. Jadi kalau sekarang tampilan bisnis Anda masih standar dan
biasa-biasa saja, segera cari dan tampilkan sisi uniknya. Nah, setelah
bisnis itu memiliki keunikan, daya tarik dan ciri khas segera komunikasikan hal
tersebut kepada masyarakat melalui media cetak. Saran saya, buatlah sebuah
business plan dan profile bisnis tersebut. Kemudian perkenalkan kepada media
cetak dan elektronik yang ada baik dalam lingkup lokal maupun nasional. Buatlah
surat perkenalan dengan dilampiri business plan dan profile company, kirimkan
ke sebanyak mungkin media cetak (koran, tabloid dan majalah) serata media
elektronik (radio dan televisi). Arahkan surat tersebut ke bagian redaksi
(kepada pemimpin redaksi atau redaktur). Cara ini sudah terbukti efektif
diterapkan olek klien-klien saya dan mendapatkan respons positif dari media
yang bersangkutan. Akibat profile bisnis mereka bisa diliput dan diberitakan
oleh media tersebut. Jika beruntung, Anda akan diundang sebagai narasumber
untuk acara talkshow atau bedah bisnis di radio ataupun televisi tanpa harus
mengeluarkkan banyak biaya.
Mengenai segmentasi pasar, akan lebih baik jika segmen pasar dipecah untuk
kalangan atas maupun menengah-bawah. Kuncinya adalah pada kemasan bisnis dan
kemasan produknya. Anda bisa menjual 2 kali lipat dari harga biasa ketika
produk tersebut dijual di mal dengan kemasan yang menarik dan eksklusif.
Sementara untuk kalangan menengah ke bawah cukup dengan kemasan yang biasa
saja. Yang penting adalah baik untuk kalangan menengah ke bawah ataupun atas
tidak dibedakan kualitas dan rasanya.
Kiat
dan Tips Agar Produk Bisa Masuk Mal
a.
Kemasan yang menarik
Agar produk bisa masuk mal, yang paling penting adalah
masalah kemasan. Anda harus mengubah kemasan agar terlihat menarik dan unik.
Misalnya berbentuk tas dengan gambar ikan bandeng dengan warna merah dan kuning
yang mencolok. Kemasan yang sederhana akan membuat kesan bahwa produk tersebut
murahan
b.
Cantumkan Nomor Registrasi
Depkes
Pada kemasan produk, cantumkan nomor registrasi dari
Departemen Kesehatan. Jika saat ini belum ada, segera hubungi Dinas Kesehatan
untuk mendaftarkan produk Anda. Untuk tahap awal nomor registrasi yang
didapatkan berkode SP (sertifikat penyuluhan). Ini sudah cukup untuk meyakinkan
konsumen dan pihak mal untuk menerima produk Anda.
c.
Cantumkan Kode Halal.
Kode Halal juga penting untuk dicantumkan dalam kemasan,
karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan sangat selektif dalam
memilih jenis makanan. Jika belum memiliki sertifikat halal, segera minta
informasi ke Departmen Agama dan Balai POM terdekat.
d.
Buat surat penawaran yang menarik.
Sebaiknya Anda juga harus mengajukan surat permohonan kepada
pihak pengelola supermarket tersebut yang dilampiri dengan profile perusahaan,
jenis-jenis produk, daftar harga, kapasitas produksi (ini sangat penting untuk
menjamin kelancaran distribusi barang ke supermarket) serta dilampiri dengan
foto dan gambar-gambar produk.
sumber arsip bisnis



0 comments:
Posting Komentar