PELAYANAN PELANGGAN
Bagi Anda yang memiliki usaha sendiri, setelah memiliki produk
unggulan yang berkualitas, mengumpulkan pelanggan adalah suatu keharusan untuk
mendongkrak keuntungan. Tapi perlu dicatat bahwa usaha akan tetap eksis jika
pelanggan yang datang tak hanya sekali saja bertandang tetapi dengan loyal
selalu datang untuk mengkonsumsi produk yang kita hasilkan baik itu produk riil
ataupun yang berupa jasa.
Tak banyak pengusaha, khususnya yang menggeluti bisnis skala kecil dan
menengah, menyadari pentingnya komunikasi dengan pelanggan. Padahal, ini aspek
penting untuk menjaring dan menjaga loyalitas pelanggan. Cara-cara
komunikasi pemasaran yang sederhana nan ampuh bisa dilakukan tanpa harus
menguras kas.
Banyak pengusaha kecil yang menyepelekan upaya menjalin komunikasi dengan
pelanggan. Kalaupun ada yang sadar bahwa ini bukan perkara remeh, kebanyakan
yakin ongkosnya terlampau besar. Ongkosnya tak sebanding dengan keuntungan yang
diperoleh.
Banyak pengusaha mengutamakan kualitas produk di atas segalanya. Mereka
berpedoman bahwa produk berkualitas dengan harga sesuai pasti laku. Boleh jadi
memang begitu. Sikap meremehkan pentingnya aspek komunikasi dengan pelanggan
kerap disebabkan oleh lemahnya komitmen seorang pengusaha terhadap usaha yang
digelutinya. Mereka malas mempelajari hal-hal baru, mencoba, apalagi repot menerapkannya.
“Kalau bisnis sekarang sudah laku, mau ngapain lagi, sih?” mungkin begitu isi
benak mereka.
Segala macam kendala mental yang merendahkan pentingnya komunikasi terhadap
pelanggan itu bisa hilang kalau kita memandangnya dengan sudut pandang sedikit
berbeda. Anggaplah komunikasi itu investasi, bukan biaya. Kita jangan selalu
mengukur promosi dengan tingkat penjualan yang diperoleh.
Johan Budhiesava, pemilik toko buku Toga Mas, yang bermain di pasar mahasiswa,
membenarkan hal itu. Ia sering mengadakan peluncuran buku meski dampak
penjualan secara langsung sedikit sekali. “Tujuannya hanya mengenalkan buku ke
masyarakat. Meski mereka enggak mesti belanja ke tempat kita, tapi setidaknya
kita membangunkan pasar potensial,” ujar Johan.
Bagaimana menerapkan strategi komunikasi kalau dana pas-pasan? Mungkin itu
pertanyaan yang menggayuti benak Anda. Itu memang menjadi pertanyaan rutin.
Perusahaan besar saban hari bisa beriklan di teve, media cetak, atau memasang
papan reklame di sudut-sudut paling strategis di seluruh penjuru koran. Mereka
bisa melakukan itu semua karena punya dana besar.
Perusahaan kecil tentu tidak bisa seleluasa mereka dalam menyusun strategi
komunikasi kepada pelanggan. Tapi, bukan berarti mereka tak bisa berpromosi
sama sekali. Jalan untuk menyelenggarakan komunikasi pemasaran bagi pengusaha
kecil tetap terbuka lebar. Sekarang zamannya integrated communication, tidak cuma mengandalkan iklan di
televisi, media cetak atau radio. Banyak saluran komunikasi below the
line. Gampangnya, below
the line adalah
promosi mengunakan media seperti spanduk, poster sampai acara-acara temu
pelanggan. UKM lebih bisa mengatur below the line karena skala mereka kecil, bisa
lebih customized.
Kuncinya, silakan buat strategi komunikasi yang sederhana tapi efektif. Banyak
UKM yang belum sadar hal ini. Kalau kita yang melakukannya, kita jadi pelopor.
Intinya, lakukan terobosan yang murah meriah. Buat perusahaan kecil, ingatlah:
yang paling penting adalah menjaga agar orang keep in mind bahwa kita ada. Selanjutnya, buat
identifikasi brand/merek sehingga mereka tertarik mencoba.
Nah, kalau Anda tertarik mengetahui jurus-jurus konkret menerapkan strategi
komunikasi kepada pelanggan guna menggaet pasar silakan praktekkan saran-saran
berikut ini:
Ciptakan Kesan Pertama yang Bagus
Pengalaman
berbelanja adalah ‘hubungan interpersonal’ antara penjual dan pembeli, hingga
saatnya sang pembeli menjadi pelanggan. Ingat istilah “The First Three Minutes”
dalam industri pelayanan? Tiga menit pertama dalam memberikan pelayanan dan
memberikan kesan yang baik bagi konsumen. Pada dasarnya proses pelayanan adalah
dimulai dari sapaan dengan kata-kata sopan, tatapan mata yang bersahabat, intonasi
verbal yang ramah, bahasa tubuh, dan bagaimana cara pemilik usaha secara
antusias mendengarkan dan memberikan pelayanan kepada calon pembelinya, ini
artinya membuat ikatan emosional dengan pelanggan. Sebab keputusan
membeli seseorang juga sangat dipengaruhi oleh perlakuan yang diterimanya.
Sikap yang baik ini akan mendorong sukses tidaknya seorang calon pelanggan mau
melirik produk yang dihasilkan oleh pemilik usaha.
Berkomunikasilah Secara Personal
Komunikasi dengan pelanggan intinya membangun kedekatan emosional dengan
mereka. Itu sebabnya, komunikasi akan lebih efektif bila si pengusaha langsung
berkomunikasi dengan pelanggannya. Banyak cara yang bisa ditempuh. Anda bisa
menelepon mereka, mengirim SMS, atau bahkan melakukan kunjungan. Kita juga
harus cerdik memilih saat yang tepat untuk menerapkannya.
Saya sangat terkesan ketika berbelanja di toko peralatan bayi “Marcella” empat
tahun lalu di bilangan Denpasar untuk persiapan kelahiran anak pertama saya.
Saat itu saya didekati dan dilayani oleh pelayan toko yang kemudian meminta
data-data lengkap saya dan memberikan tips seputar kehamilan dan kelahiran
bayi. Ketika anak saya lahir, saya sangat surprise menerima kiriman bingkisan
kado dan kartu ucapan selamat dari pemilik toko itu. Akhirnya sampai kini saya
menjadi pelanggannya. Dengan cara-cara seperti itu akan bisa lebih mudah masuk
ke top
of mind
pelanggan.
Suasana Nyaman
Pengusaha
harus selalu melakukan upaya berkesinambungan untuk selalu memanjakan pelanggan
sehingga menjadi puas. Setelah memiliki produk unggulan yang berkualitas dan
menampilkan keramahan terhadap para pelanggan maka kenyamanan juga akan
memberikan nilai plus terhadap calon pembeli. Suasana nyaman yang sengaja
dihadirkan oleh pemilik usaha juga memberikan pengaruh yang besar bagi pembeli
untuk betah berlama-lama memilih barangnya hingga akhirnya memutuskan untuk
membeli. Bahkan tidak jarang bagi pembeli yang terpuaskan akhirnya menjadi
pelanggan yang setia.
Pada dasarnya seseorang sangat tertarik untuk membeli suatu
produk tergantung pada kebutuhan dasarnya. Misalnya saja jika ia ingin
membeli baju maka biasanya yang paling diperhatikan adalah kualitas bahan, design atau style-nya yang bagus. Sementara apa yang
dilakukan para penjual dengan memberikan minuman atau camilan seperti manisan
hanyalah suatu bentuk pelayanan atau servis agar konsumen atau pembeli merasa
lebih senang sehingga tertarik untuk membeli dan menjadi pelanggan yang selalu
setia untuk datang. Hal ini juga dapat dilihat dari usaha bengkel mobil yang
memanjakan pelanggannya dengan menyediakan ruang tunggu yang nyaman, dibuat
terpisah dengan tempat perbaikan mobil, diberikan minuman dingin gratis, ada
fasilitas TV, koleksi majalah otomotif, dan dilengkapi dengan pendingin ruangan,
sehingga pelanggan merasa nyaman, padahal sebenarnya kebutuhan utamanya hanya
untuk memperbaiki mobil.
Penampilan luar juga sangat berpengaruh dalam menarik konsumen. Kalau Anda
punya tempat usaha seperti rumah makan misalnya, pelanggan Anda akan lebih
tertarik datang apabila rumah makan Anda bersih dengan eksterior dan interior
menarik. Jika Anda berjualan kaset musik, ya toko Anda mesti sarat dengan
idiom-idiom musik termasuk lantunan lagu yang lagi nge-tren. Merancang agar
suasana yang tercipta mendukung juga penting dilakukan. Misalnya suasana toko
buku yang dibuat familiar, sehingga orang yang datang tak merasa asing. Karena
itu, pegawai toko buku tidak mengenakan seragam. Kalau seragam kesannya
kaku dan tidak akrab, seperti ada pembedaan ini pelayan, ini pembeli, dan ini
pimpinan.
Tapi Anda juga harus hati-hati, karena ada beberapa usaha tertentu yang
konsumennya menempatkan pelayanan dan kenyamanan pada urutan ke-dua! Misalnya
Warung Internet, konsumennya lebih memilih warnet yang aksesnya berkecepatan
tinggi dibandingkan dengan warnet yang nyaman namun loadingnya lambat. Pemilik
kendaraan lebih memilih bengkel yang montirnya jago perbaiki mesin.
Inovasi Produk
Mencari
pelanggan tentu saja bukan perkara mudah apalagi untuk mempertahankannya agar
terus loyal pada produk yang ditawarkan. Setiap orang tentu saja ingin mencoba
sesuatu yang baru, tidak mungkin jika selamanya mereka hanya setia pada satu
produk saja kecuali jika ada monopoli. Misalnya saja pada monopoli telepon
seluler oleh Telkomsel dahulu atau Pertamina dengan produk bahan bakar
minyaknya, sehingga pelayanan apapun yang diberikannya akan tetap diterima
konsumen baik pelayanan tersebut baik ataupun buruk karena hanya itu
satu-satunya hal yang bisa dilakukan. Pada dasarnya loyalitas pelanggan bisa
bertahan lama jika produk tersebut mampu berinovasi artinya membuat improvisasi
sehingga tampilan produknya menjadi lebih dinamis sebab jika pemilik usaha
hanya bertahan pada satu jenis produk dengan tampilan yang biasa-biasa saja
maka impian mendapatkan pelanggan yang setia akan hilang dengan sendirinya.
Salah satu bentuk inovasi misalnya saja dengan membuat sesuatu barang menjadi
lebih detil.
Acara-Acara Promosi
Setiap
ada kesempatan untuk melakukan promosi, sebaiknya seorang pengusaha
memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Contohnya, kalau sedang ada pameran atau
bazar, jangan ragu untuk ikut sebagai peserta. Acara semacam itu bisa sangat
efektif untuk mempromosikan bisnis Anda kepada khalayak. Kalau perlu, kita
malah harus membuat acara promosi itu sendiri. Kita bisa saja menggelar acara
temu pelanggan atau peluncuran produk baru, misalnya.
Promosi Dengan Poster, Brosur dan Spanduk
Poster,
brosur dan spanduk memang media promosi konvensional tapi bisa sangat efektif
asal anda tahu cara memanfaatkannya. Pastikan designnya menarik, sehingga orang akan
menoleh ketika melihatnya. Tak perlu terlalu banyak kata, tapi usahakan agar
informasi yang ingin Anda katakan termuat semua. Perhatikan pula saat dan
tempat yang tepat untuk memasangnya. Juga perlu diingat, agar Anda menyebar
atau memasang media itu di tempat yang sesuai dengan produk yang ditawarkan.
Kalau menawarkan buku-buku politik, ya sebar di kampus, jangan di pasar.
Perhatikan Unsur Lokal
Usaha-usaha
kecil biasanya berawal dari segmen pasar yang berada di lingkungan sekitar.
Untuk itu jangan lupa berkomunikasi dengan menggunakan unsur-unsur lokal yang
ada di sana, seperti budaya, bahasa, sampai media lokal. Kita ambil contoh toko
buku Toga Mas hanya beriklan di koran, radio, dan televisi lokal. Toko buku di
Malang, ya pakai media di Malang. Kalau pakai media nasional, mubazir, biayanya
besar tapi enggak ada dampaknya. Kenali juga karakter lokal pelanggan Anda.
Contohnya bahwa orang Yogyakarta lebih kuat unsur life style dan budaya, sedangkan Surabaya
lebih kuat gaya metropolitannya. Penggunaan idiom-idiom lokal bisa jadi juga lebih
membuat pelanggan merasa dekat dengan Anda.
Pelayanan Prima
Pelayanan
kepada pelanggan juga termasuk aspek komunikasi. Bahkan, ini bisa menjadi
langkah kunci untuk menambah loyalitas pelanggan. Pada gilirannya, keputusan
pelanggan bisa memicu munculnya iklan gratis dari mulut ke mulut. Contohnya
pelayanan yang baik dalam usaha transportasi antar-jemput anak. Mudah sekali
menarik pelanggan anak, sediakan saja minuman atau permen di mobil. Kalau ingin
mengesankan calon pelanggan lain, pasang foto si sopir yang berpakaian rapi
bersama anak-anak jemputannya dalam brosur. Hal itu bisa menggugah orang tua.
Personal Brand
Eh,
boleh, lo. Anda menjual nama dan reputasi diri sendiri. Dalam usaha yang
berskala kecil, sering usaha identik dengan pemiliknya. Lihatlah brand semisal Gepuk Ny. Ong, Ayam Goreng
Suharti, Sate Mak Syukur, Pastel Mak Cik, dan sebagainya. Kalau reputasi anda
memang oke, manfaatkan saja sebagai brand. Cuma, merek seperti ini ada
risikonya juga. Kalau suatu saat reputasi Anda anjlok, bisa-bisa usaha ikut
turun.
Menangani Keluhan Pelanggan
Seberapapun
kerja keras yang kita lakukan sebagai pengusaha, selalu saja ada saat dimana
pelanggan merasa tidak puas dengan produk atau pelayanan yang kita berikan.
Sehinggga pengusaha dituntut untuk bisa menangani keluhan konsumen dengan
sebaik-baiknya bahkan diharapkan bisa merubah keluhan itu menjadi kepuasan sehingga
menjadikannya sebagai pelanggan setia dan image perusahaanpun dapat
diselamatkan bahkan ditingkatkan.
Sebelum Anda mengalami hal itu, sebagai pengusaha, persiapkan diri dengan
menguasai tiga hal penting dan efektif dalam menangani keluhan pelanggan yakni
kesiapan mental-atitude, kemampuan berkomunikasi yang baik dan pengetahuan yang
memadai.
Pelanggan yang mengeluh bukan karena masalah
pribadi. Mereka mengeluh kepada Anda, karena Anda adalah bagian dari perusahaan
yang mereka anggap tidak memberikan pelayanan yang sesuai dengan yang mereka
bayarkan. Penting untuk Anda mengingat hal ini, untuk menjaga agar Anda tidak
terpancing emosi yang membuat suasana menjadi di luar kendali.
Ada banyak ekspresi yang ditampilkan oleh
konsumen yang komplin. Konsumen yang berpendidikan tinggi dan sopan biasanya
membahasakannya dengan halus dan beretika, sementara konsumen lainnya
membahasakannya dengan keras dan bahkan kasar.
Banyak kasus mengenai keluhan pelanggan yang
bermula dari hal yang awalnya ‘remeh’ malah menjadi perseteruan yang membesar
karena karena ketidaktepatan pengelola usaha menangani keluhan pelanggan
tersebut. Bisa saja salah ucap, ketidaksopanan gerak tubuh, dan tidak adanya
solusi yang bisa meredam kekecewaan pelanggan. Pelanggan yang marah dan kecewa
bahkan sampai menyebarluaskan kekecewaannya ke berbagai media massa, menulisnya
di berbagai milis internet, dan menyebarkannya dari mulut ke mulut dan
merekomendasikan kepada orang lain untuk tidak membeli produk atau menggunakan
jasanya, sehingga masalah yang seharusnya bisa ditangani secara efektif dan
efisien, malah menjadi heboh dan serius. Bagi pemilik usaha, tentu saja hal ini
akan sangat merugikan dan berdampak buruk bagi kelangsungan usahanya, yang
tentunya sangat tidak diinginkan. Maka dari itulah, menangani keluhan pelanggan
dengan serius dan professional serta memastikan bahwa segala masalahnya
terselesaikan dengan baik sangat diperlukan bagi seorang pengusaha.
Kesiapan mental dan attitude sangat diperlukan
bagi seorang pengusaha. Anda harus selalu menempatkan pelanggan atau pembeli
itu selalu benar (guests are always right). Mindset demikian
diharapkan mempengaruhi perilaku kita dalam memberikan respon atau reaksi balik
meskipun dari kacamata kita, kita akan dengan mudah menemukan sejumlah
pembelaan yang terkadang keluar dalam bentuk serangan balik menyalahkan si
pelanggan. Misalnya produk rusak karena pelanggan tidak membaca buku manual,
atau kesalahan karena perilaku pelanggan terhadap produk yang telah dibeli, dan
lain sebagainya adalah serangan balik atas komplin yang terjadi. Sikap ini
tentu tidak menunjukkan kesiapan atau mindset bahwa pelanggan adalah benar atau
pelanggan adalah raja. Dalam menghadapi kemarahan pelanggan, maka sikap yang
sebenarnya perlu dilakukan adalah diam menyimak untuk memahami dengan jelas apa
yang sebenarnya dikeluhkan oleh pelanggan kita, mengapa pelanggan menjadi
marah, lalu tunjukkan simpati pada pelanggan anda, sebelum mulai menangani
masalahnya. Karena bagaimanapun juga, pelanggan yang komplin ingin didengar dan
dimengerti sebagai penyaluran atas kemarahan dan ketidakpuasannya.
Pengusaha diharapkan mempunyai kesiapan mental
dalam menghadapi cacian bahkan makian dengan senyuman dan keberanian untuk
berkomunikasi dengan balik meladeni dan merumuskan apa yang sebenarnya menjadi
pokok masalah dengan tenang tanpa terkesan defensif atau bahkan emosional
menyerang balik. Kesiapan dan keberanian menghadapi pelanggan yang komplin ini
adalah hal yang paling mendasar. Pelanggan yang komplin jangan pernah
dihindari. Persiapkan mental Anda dengan selalu mengingat bahwa Anda bisa
mengontrol situasi dan mengontrol diri Anda sendiri. Bila Anda terpancing
dengan situasi dan menjadi marah, maka Anda hanya akan memperburuk situasi.
Kemampuan berkomunikasi yang baik dimulai dengan
kemampuan merumuskan apa sebenarnya yang menjadi pokok masalah yang menimbulkan
komplin itu. Reaksi yang tenang, serius menyimak, dan mengkonfirmasikan seolah
merupakan pengakuan atas ‘kesalahan-kesalahan serta permohonan maaf’ yang serta
merta akan mengurangi kemarahan dari pelanggan kita yang komplin tersebut.
Gerak-gerik tubuh kita ini adalah bagian dari skill komunikasi yang baik
tersebut. Selain dengan bahasa tubuh, maka pemilihan kata yang tepat, sopan,
santun, serta menunjukkan empati menjadi hal penting lainnya.
Pelanggan yang marah ingin segera diselesaikan
masalahnya, tapi perlu dipahami bahwa tidak semua komplin pelanggan dapat Anda
jawab seketika sesuai keinginan pelanggan tersebut. Materi jawaban di sini
bukanlah hal yang utama, tetapi adalah bagaimana membuat si pelanggan merasa
sudah terperhatikan kegelisahan dan kegusarannya. Di sinilah skill komunikasi
verbal yang baik mendapat nilainya.
Dalam menghadapi kemarahan pelanggan, janganlah
bersikap kaku atau birokratis. Anda harus menunjukkan bahwa Anda sedang
berusaha semaksimal mungkin menangani masalah mereka. Berbicaralah dengan nada
bersahabat. Jangan berbicara secara monoton yang menunjukkan bahwa Anda tidak
tertarik. Panggillah pelanggan dengan nama, dan perkenalkan diri anda di saat
yang tepat. Catat semua keluhan pelanggan dalam buku kecil, untuk menunjukkan
bahwa Anda mendengarkan. Jangan menyela ucapan pelanggan sebelum dia selesai.
Dalam memahami komplin, perlu dibedakan antara
komplin yang benar menyangkut kesalahan internal dengan komplin yang terjadi
lebih karena kekurangpahaman atau kesalahanpahaman dari si pelanggan. Untuk hal
yang kedua tentu saja lebih mudah menjawabnya sejauh informasinya
dikuasai, namun untuk hal yang pertama dibutuhkan jawaban yang dapat membuat
nyaman si pelanggan. Hal penting di sini adalah diberikannya gambaran mengenai
waktu yang diperlukan apakah untuk hanya memberikan jawaban atau untuk
menyelesaikan komplinnya tersebut.
Bila Anda dapat melakukan hal tersebut,
pelanggan akan tetap terjaga kesetiaannya, walau sedang komplin manakala dia
merasa terperhatikan dan nyaman. Salah satu elemen yang membuat nyaman adalah
saat mereka merasa telah berbicara dengan orang yang dianggap memiliki
pengetahuan dan pemahaman mengenai apa yang mereka keluhkan tersebut. Itulah
salah satu sebab, kenapa banyak pelanggan yang komplin selalu ingin bicara
langsung dengan manajer atau pemilik usaha. Harapannya tentu saja komplin-nya
akan terjawab dengan tepat. Di sini pentingnya pengetahuan atau penguasaan
materi masalah. Pengetahuan dasar yang harus dipahami adalah mengenai
organisasi serta proses kerjanya.
Pelanggan yang telah mengeluarkan usaha untuk
mengontak Anda dan memberitahu bagaimana produk, proses atau pelayanan Anda
tidak sesuai dengan harapan mereka. Ini adalah kesempatan bagi anda untuk
menyampaikan penghargaan bagi mereka yang telah mengontak Anda, dan untuk
melakukan perbaikan internal. Jika Anda mampu menyelesaikan masalah dari satu
keluhan pelanggan, mungkin Anda juga membantu banyak pelanggan yang lain,
termasuk yang tidak mengontak Anda. Pelanggan yang loyal mempercayai bahwa Anda
mengetahui apa yang salah untuk kemudian membenarkannya.
Bila ada pelanggan lain yang kecewa tetapi tidak
mengontak Anda, berarti mereka sudah tidak percaya lagi pada Anda. Sudah hampir
pasti Anda akan kehilangan mereka. Tetapi Anda masih dapat mempertahankan
pelanggan Anda yang cukup loyal untuk memberikan kesempatan bagi Anda untuk
merespons.
Yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah
memperbaiki pelanggan Anda, lalu perbaiki masalahnya. Prioritas utama adalah
mengerti akibat personal dari masalah itu terhadap pelanggan Anda. Mungkin
kefrustrasian pelanggan Anda disebabkan oleh karena dia merasa ditipu, atau
hal-hal lain yang merupakan efek samping dari masalah utamanya. Dengarkan
baik-baik, untuk menentukan bagaimana cara paling tepat memenuhi kebutuhannya.
Setelah Anda mengetahui sumber akar permasalahan
dari keluhan pelanggan, Anda dapat melakukan perbaikan-perbaikan agar hal
tersebut tidak terulang lagi di kemudian hari. Inilah kesempatan untuk
meningkatkan kepuasan pelanggan Anda secara eksponensial! Jika Anda tidak dapat
menghilangkan problemnya, setidaknya Anda dapat menggunakan pengalaman Anda
untuk menyiapkan solusi yang memadai bagi pelanggan lain yang mempunyai masalah
yang sama.
Pelanggan Anda yang paling tidak puas adalah sumber terbaik Anda untuk belajar.
Pelanggan Anda yang paling tidak puas adalah sumber terbaik Anda untuk belajar.
sumber : arsip bisnis



0 comments:
Posting Komentar