Lima
Langkah Promosi untuk Pengembangan Bisnis
“Saya
kesulitan untuk mengembangkan pangsa pasar, langkah promosi apa yang harus saya
tempuh?”
Bisnis
sukses harus efisien, efektif dan tumbuh. Setiap bisnis perlu bertumbuh dan
berkembang. Pilihan strategi untuk pengembangan bisnis dapat melalui
integrative, intensif, dan diversifikatif.
Integratif
adalah strategi penggabungan beberapa bisnis menjadi satuan bisnis yang
sinergis. Intensif adalah strategi pemberdayaan potensi pasar yang ada.
Diversifikatif adalah strategi perluasan jenis usaha baru untuk beberapa jenis
target pasar yang berbeda.
Intensifikasi
dan Diversifikasi adalah strategi-strategi bisnis berbasiskan pemberdayaan
potensi pasar. Strategi insentif berbasiskan potensi pelanggan lama melalui
usaha peningkatan volume konsumsi. Diversifikatif adalah strategi bisnis
berbasiskan potensi pelanggan baru melalui usaha ekspansi pasar.
Potensi
pasar-lama atau baru- dapat dikembangkan dan dipengaruhi oleh perusahaan
melalui promosi. Program-program promosi yang efektif mampu menumbuhkan
kesadaran akan merek, membujuk untuk membeli, dan membentuk prilaku pembelian
produk.
Program
promosi mendukung strategi intensif dengan membujuk dan membentuk perilaku
konsumtif pelanggan meningkat seperti yang diharapkan pemasar. Program promosi
juga mendukung strategi Diversifikasi untuk menumbuhkan kesadaran akan merek
baru dan kemudian membujuk untuk mencoba produk baru.
Bagaimana Membujuk dan Membentuk Perilaku Konsumen?
Bagaimanapun
konsumen adalah manusia. Manusia adalah mahluk adaptif yang dapat berubah
perilaku. Perilaku manusia sebagai konsumen sangat potensial untuk dibentuk dan
dikembangkan sesuai dengan keinginan pemasar. Pemasar harus memanfatkan
karakter ini untuk kepentingan perusahaan. Perilaku konsumen dapat dibentuk
misalnya agar bersedia utuk membeli produk tertentu dan bahkan dibentuk untuk
menjadi pelanggan setia perusahaan melaui promosi. Program promosi yang baik
akan mampu secara efektif mengembangkan kegiatan bisnis.
Langkah
Pertama, Tetapkan Tujuan Promosi.
Program
promosi utnuk menciptakan kesadaran akan merek baru akan berbeda dengan promosi
untuk membujuk konsumen agar bersedia membeli. Promosi untuk membentuk
loyalitas pelanggan memerlukan strategi dan program yang berbeda.
Paling tidak ada tiga kategori tujuan promosi: (1) untuk menciptakan kesadaran
konsumen akan merek yang belum dikenal atau merek baru; (2) untuk membujuk
konsumen memutuskan keputusan pembelian produk; atau (3) untuk membentuk
loyalitas pelanggan dan tidak berpaling ke merek pesaing.
Promosi Informatif.
Konsumen
tidak akan begitu saja memutuskan membeli produk sebelum mereka menyadari dan memahami
merek yang akan dibeli. Oleh karena itu tujuan menciptakan kesadaran konsumen
akan merek produk merupakan langkah awal perusahaan menyusun program promosi
merek produk yang belum dikenal atau merek baru. Pesan promosi untuk memberikan
kesadaran pada umumnya bersifat informative dan deskriptif.
Promosi Persuasif
Konsumen
yang sudah mengenal merek produk baru tentu tidak begitu saja akan memutuskan
untuk membeli. Konsumen masih perlu keyakinan bahwa keputusan yang akan diambil
adalah memang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasar tidak hanya
meyakinkan bahwa informasi yang dipromosikan benar tetapi harus juga
mampu meyakinkan keputusan pembelian konsumen adalah menguntungkan pada saat
sekarang. Display atau test drive, misalnya merupakan upaya usaha untuk
meyakinkan secara langsung kepada calon pembeli.
Promosi Intensif
Satu
tahapan upaya yang harus dilakukan berikutnya adalah “mengunci” keputusan
pembelian konsumen. Keputusan pemilihan merek perlu diikat agar konsumen tidak
berpaling atau tidak selingkuh terhadap produk pesaing. Untuk membuat kesetiaan
konsumen tidak cukup dengan mengembangkan keunggulan bersaing saja tetapi juga
menanam dalam-dalam merek produk di memori jangka panjang konsumen. Salah satu
upaya yang dilakukan adalah dengan penyampaian promosi berulang-ulang secara
intensif.
Langkah
Kedua, Tetapkan Audiens
Tidak
semua konsumen akan bisa “dipakai” sebagai audiens atau target promosi. Dalam
proses pembelian terdapat berbagai peran yang dijalankan konsumen. Ada konsumen
yang bertindak sebagai peran pembeli, pengguna, inspirator, provokator, atau
peran pengambil keputusan pembelian. Masing-masing peran ini sering diperankan
oleh orang yang berlainan atau berbeda (sesuai keputusan pembelian keluarga
atau kelompok), tapi juga peranan-peranan itu dapat dirangkap seseorang
sekaligus (sebagi keputusan pembelian tunggal).
Sebaiknya
penentuan audiens sebagai target komunikasi adalah pemeran dominan (pemeran
utama) dalam proses pembelian. Audiens atau sasaran promosi misalnya, untuk produk-produk
bayi yang dominan tentu adalah ibunya (sebagai pengambil keputusan) atau
teman-teman arisan ibunya (sebagai provokator) dan tentu bukan pengasuh bayi
(sebagai pembeli) atau sama sekali bahkan bukan si bayi sebagai pengguna!.
Agar komunikasi promosi efektif, pemahaman perilaku dan karakter target promosi
menjadi sangat penting. Berdasar pemahaman prilaku dan karakter ini nantinya
rancangan program promosi akan disusun. Apabila target promosi misalnya
masyarakat menengah ke bawah maka pilihan majalah ekslusif sebagai media
promosi untuk masyarakat tersebut tentu tidak akan tepat.
Langkah
Ketiga, Rancang Pesan Promosi
Pesan
promosi untuk membentuk (kesadaran merekk baru) atau mengubah (membeli merek
perusahaan dan jangan berpindah ke merek pesaing) atau mempertahankan perilaku
(tetap menjadi pelanggan setia) akan berbeda. Desain pesan akan efektif bila
klop dengan karakter dan kebutuhan konsumen. Oleh karena itu, pada tahap ini
pemahaman karakter konsumen menjadi penting.
Sering kita menjumpai promosi yang tidak diperhatikan oleh penanggap karena
dianggap “menggurui” konsumen karena perancang kemungkinan menilai pengetahuan
atau daya pikir konsumen rendah (under valued). Atau sebaliknya, promosi akan
juga dilewatkan karena “susah” dicerna dan dipahami karena perancang
menganggap konsumen mempunyai tingkat intelektual sudah tinggi (overvalued),
sehingga pesan promosi mestilah dirancang berbobot. Ini adalah salah satu
contoh dari bentuk miskomunikasi.
Langkah
Keempat, Pilih Media promosi
Media
promosi yang dapat dipilih adalah (1) iklan, (2) penjualan personal, (3)
promosi penjualan, (4) publisitas, atau (5) identitas produk. Setiap media
promosi mempunyai kelebihan atau kekurangan masing-masing.
-
Pilihan Media Berdasarkan Produk.
Produk
yang mempunyai tampilan unik dan mampu membangkitkan emosional akan lebih pas
bila dipromosikan dengan iklan.
-
Pilihan Media Berdasarkan Pesaing.
Seringkali,
perancang pilihan media diambil untuk menanggapi promosi pesaing. Karena
pesaing gencar memberikan hadiah kepada pelanggannya, tentu perusahaan harus
merespons dengan program yang seimbang agar supaya tidak ditinggalkan oleh
pelanggan. Bahkan pilihan media diambil sengaja untuk melakukan perlawanan
kepada pesaing dengan media yang sama
Langkah Kelima, Evaluasi Program Promosi
Bagaimanapun,
setiap promosi tidak akan bisa menjamin bisnis menjadi sukses kecuali dengan
program promosi yang efektif! Program promosi perlu dievaluasi untuk menentukan
efektivitasnya. Penilaian efektifitas promosi tidak hanya dapat ditetapkan
berdasarkan tingkat penjualan yang dicapai. Meski belum terlihat pengaruhnya
terhadap tingkat penjualan namun tidaklah dapat dikatakan bahwa program promosi
kurang berhasil. Beberapa aspek yang bisa dipakai untuk pertimbangan melakukan
evaluasi program promosi adalah: (1) tujuan promosi dan biaya promosi
sebagai standar evaluasi, (2) pola efek pengaruh; dan (3) metode evaluasi.
Teguh
Budiarto,
Direktur
Pemasaran PT Gama Multi Usaha Mandiri (UGM),
Staff
Pengajar FE UGM
Telp.
(0274) 549426
Sumber:
Peluang Usaha



0 comments:
Posting Komentar