Sabtu, 10 November 2012


Kiat Mengikuti Pameran Bagi UKM
 
Saya baru saja membuat produk kerajinan dari bambu dan saya ingin memasarkan produk tersebut lewat pameran. Bagaimana kiat untuk mengikuti pameran? Dan saya ingin produk saya diekspor, apakah ada fasilitas bagi saya untuk melakukan kontak bisnis dengan buyer di luar negeri?”.


Persoalan yang dihadapi UKM di bidang pemasaran biasanya karena orientasi UKM ke pasar itu rendah. Selama ini UKM hebatnya di produksi, sampah saja bisa jadi produk. Tapi persaingan begitu ketat, sehingga UKM harus harus lebih berorientasi kepada pasar. Karena itulah promosi menjadi pilihan strategi bagi UKM. Kalau kita lihat selama ini pemasaran itu bisa dijalankan lewat promosi. Bagi UKM promosi itu penting karena ada dua hal. Pertama, tanpa promosi itu seolah-olah UKM tidak melakukan aktivitas pemasaran. Kedua, promosi itu strategi marketing. Baru setelah itu kita bicara bagaimana kiat melakukan promosi. Karena itulah kenapa pameran itu perlu. Pameran itu merupakan promosi terintegrasi, berbeda dengan iklan yang sifatnya pasif. Pameran merupakan pilihan strategis bagi UKM karena bisa melakukan demo, membagikan brosur, melakukan personnal dealing dengan buyer termasuk UKM-UKM baru yang menghasilkan produk di pasar.
           
Apa kiat supaya UKM sukses dalam pameran?

Pertama, ia harus menetapkan tujuan dan sasaran mengapa ia ikut pameran dan apa yang harus ia capai. Misalnya UKM hanya ingin taste produk, ada juga karena mengejar sales, ada yang mencari buyer.

Kedua, rancanglah skenario aktivitas di pameran nanti, apakah ingin membuat demo produk misalnya demo anyaman. Bisa melakukan juga diskon harga. Daya tarik stan juga harus dipersiapkan sebelum ikut pameran.

Ketiga, pilih agenda pameran yang cocok, apalagi di Jakarta ada beberapa pameran di beberapa tempat. Pilihan lokasi harus memperhatikan 5 hal, yaitu dari tema pameran masing-masing punya kelemahan dan kelebihan. Pameran tematik khusus furniture cocok bila UKM ingin mencari buyer. Biasanya buyer itu cenderung mengikuti pameran yang tematik, maka kita harus mencari pameran tematik kalau ingin mencari buyer. Ada juga pameran yang general, seperti semacam festival yang lebih cocok untuk UKM mencari sales atau penjualan. Yang ketiga lihatlah penyelenggaranya, yang tergantung kemampuannya mempromosikan kegiatan pameran itu. Penyelenggara yang ternama akan mampu mendatangkan banyak pengunjung dan mampu mempublikasikan ke media. Berikutnya dalam memilih jenis pameran lihat waktu penyelenggaraan, untuk ritel atau mengejar sales ikuti pameran yang berkaitan dengan hari-hari besar, sedangkan untuk tematik biasanya berkaitan dengan season, bulan April dan September sebegai buyer season. Kelima, dalam memilih agenda perhatikan juga tempat. Di Jakarta misalnya yang terkenal di JCC dan Kemayoran.
           
Keempat, pesiapan sebelum pameran berlangsung, yaitu dari sisi brosur yang harus dijelaskan profil perusahaan, ada website di brosur, ada produk dengan gambar menarik, bahasa kalau bisa ditampilkan dalam dua bahasa yang lebih dianggap berkualitas, apalagi didukung design grafis menarik. Berikutnya contoh produk yang akan ditampilkan juga penting. Seringkali konsumen ingin tahu produk dari bahan bakunya, teknologinya, dll. Seringkali pameran sukses bila UKM bisa menampilkan contoh produk yang lengkap untuk eksperimen. Saat ini konsumen cenderung memilih produk yang ramah lingkungan. Persiapan lain UKM perlu memiliki kemampuan manganalisa pasar, misalnya tren produk yang disukai konsumen saat itu. Berikutnya UKM lebih baik bila memiliki data potensial buyer dari pameran yang diikuti sebelumnya, sehingga komunikasi bisa lancar setelah ia bertemu buyer yang sudah di kenal. UKM juga perlu menyiapkan pendamping untuk berkomunikasi. Misalnya dengan merekrut mahasiswa sebagai penjaga stand.

Kiat UKM mengikuti pameran yang tak kalah pentingnya adalah pada saat berlangsungnya pameran. Perlu diperhatikan beberapa hal seperti melakukan komunikasi secara aktif, karena intinya promosi itu adalah komunikasi. Sebaiknya kalau ada konsumen, ditanya apa tanggapannya terhadap produk kita sebagai masukan, karena dalam kompetisi kita perlu cepat merespon kebutuhan konsumen. Kedua, mengamati perilaku pasar dalam arti mengetahui tren model sebuah produk dan mencatat komentar-kometar dari konsumen yang datang di pameran. Hal lainnya adalah mengamati pesaing, apalagi di pameran sering banyak produk yang sejenis kemudian berusaha  mencari inovasi baru dari yang dilakukan pesaing.
            Setelah pameran berlangsung sebaiknya UKM juga melakukan evaluasi perilaku konsumen sebagai bagian kegiatan produksi. Dari konsep mungkin saja perilaku konsumennya berubah, yang saat ini lebih berorientasi ke produk ramah lingkungan misalnya. Maka UKM harus melakukan penyesuaian. Tak kalah pentingnya memenuhi kontrak dengan buyer, dan sanggup memasok jumlah produk sesuai permintaan buyer misalnya baik secara sendiri maupun lewat kerjasama dengan pengerajin lain. Ada beberapa UKM yang aktif melakukan pameran tidak punya toko tapi melakukan aktivitas pemasarannya dari pameran ke pameran.
            Tugas dari Kementerian Koperasi dan UKM adalah memberdayakan UKM sebagai program stimulan, karena UKM ketika akan terjun memasarkan produknya ke pasar rata-rata tidak punya  pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan, serta biaya. Karena itu diberikan subsidi 50% kepada UKM yang berpotensi memasarkan produknya di pameran luar negeri atau kompetitif di sana. Kalau pameran di dalam negeri bisa kita berikan stand gratis. Bantuan yang sifatnya stimulan itu diberikan sekali saja, lewat dua jalur, yaitu dinas dan lewat pengumuman secara terbuka di media massa. Promosi yang difasilitasi oleh Kementerian UKM ini sifatnya integrated, karena masalah UKM itu kompleks. Misalnya setiap tahun kita adakan Smesco Festival.  Di even itu ada pameran, temu bisnis, konsultasi pemasaran, dan bursa kredit supaya permasalahan UKM itu tuntas. Kalau pameran di luar negeri juga selalu dilakukan acara temu bisnis.
            Di samping pameran, Kementerian Koperasi dan UKM juga membangun infrastruktur pemasaran, baik hardware dan software, seperti dibangun trading board berbasis teknologi informasi computer, seperti website tapi metodenya aktif dalam penjualan produk. Kalau selama ini di website hanya ada beberapa info permintaan atau penjualan dan yang berminat melakukan kontak bisnis sendiri dengan buyer atau produsennya. Sedangkan di website, ada petugas dari kementerian Koperasai dan UKM yang secara aktif mengirim email ke buyer-buyer, sama halnya seperti advertising below the line dengan menyebarkan brosur ke rumah-rumah.

Jadi dicari dulu buyer dari luar negeri yang ingin membeli produk dengan kriteria tertentu, lalu beberapa profil UKM yang produknya sudah diseleksi dari beberapa daerah dikirim ke buyer. Penyeleksian dilihat dari produknya apakah punya prospek pasar, seperti perhiasan, household. Sedangkan produk agribisnis belum kita jembatani karena sifatnya bisa tidak langsung tapi biasanya lewat distributor. Kemudian mereka didaftar, setelah itu dimasukkan ke website dan diberikan email. Kalau mereka belum punya infrastruktur IT, bila ada order akan dikirimkan fax. Untuk mengakses trading board bisa dilihat website www.indonesian_products.com, yang sedang taraf uji coba.
            Kementerian Koperasi dan UKM juga memiliki beberapa program untuk meningkatkan ekspor UKM. Secara garis besar pertama adalah kita harus tingkatkan kepastian dan orientasi produk UKM ke pasar ekspor. Pengertian kapasitas untuk ekspor maka produk harus memenuhi ketentuan selera pasar, sedangkan orientasi itu artinya UKM tidak bisa lagi melakukan sesuatu karena dia bisa tetapi tidak diminati pasar. Jadi UKM perlu rajin mengikuti pelatihan. Yang kedua adalah membangun infrastruktur dengan adanya pameran, pusat promosi atau disebut juga SPC yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat, di samping trading board. Dan ketiga perlunya iklim atau peraturan yang memudahkan ekspor misalnya dengan melarang ekspor bahan baku kayu supaya UKM kita bisa memperoleh bahan kayu dengan mudah.
           

Hasan Jauhari
Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM
Peluang Usaha

Jumat, 02 Maret 2012



Saya baru saja membuat produk kerajinan dari bambu dan saya ingin memasarkan produk tersebut lewat pameran. Bagaimana kiat untuk mengikuti pameran? Dan saya ingin produk saya diekspor, apakah ada fasilitas bagi saya untuk melakukan kontak bisnis dengan buyer di luar negeri?”.


Persoalan yang dihadapi UKM di bidang pemasaran biasanya karena orientasi UKM ke pasar itu rendah. Selama ini UKM hebatnya di produksi, sampah saja bisa jadi produk. Tapi persaingan begitu ketat, sehingga UKM harus harus lebih berorientasi kepada pasar. Karena itulah promosi menjadi pilihan strategi bagi UKM. Kalau kita lihat selama ini pemasaran itu bisa dijalankan lewat promosi. Bagi UKM promosi itu penting karena ada dua hal. Pertama, tanpa promosi itu seolah-olah UKM tidak melakukan aktivitas pemasaran. Kedua, promosi itu strategi marketing. Baru setelah itu kita bicara bagaimana kiat melakukan promosi. Karena itulah kenapa pameran itu perlu. Pameran itu merupakan promosi terintegrasi, berbeda dengan iklan yang sifatnya pasif. Pameran merupakan pilihan strategis bagi UKM karena bisa melakukan demo, membagikan brosur, melakukan personnal dealing dengan buyer termasuk UKM-UKM baru yang menghasilkan produk di pasar.
           

Pertama, ia harus menetapkan tujuan dan sasaran mengapa ia ikut pameran dan apa yang harus ia capai. Misalnya UKM hanya ingin taste produk, ada juga karena mengejar sales, ada yang mencari buyer.

Kedua, rancanglah skenario aktivitas di pameran nanti, apakah ingin membuat demo produk misalnya demo anyaman. Bisa melakukan juga diskon harga. Daya tarik stan juga harus dipersiapkan sebelum ikut pameran.

Ketiga, pilih agenda pameran yang cocok, apalagi di Jakarta ada beberapa pameran di beberapa tempat. Pilihan lokasi harus memperhatikan 5 hal, yaitu dari tema pameran masing-masing punya kelemahan dan kelebihan. Pameran tematik khusus furniture cocok bila UKM ingin mencari buyer. Biasanya buyer itu cenderung mengikuti pameran yang tematik, maka kita harus mencari pameran tematik kalau ingin mencari buyer. Ada juga pameran yang general, seperti semacam festival yang lebih cocok untuk UKM mencari sales atau penjualan. Yang ketiga lihatlah penyelenggaranya, yang tergantung kemampuannya mempromosikan kegiatan pameran itu. Penyelenggara yang ternama akan mampu mendatangkan banyak pengunjung dan mampu mempublikasikan ke media. Berikutnya dalam memilih jenis pameran lihat waktu penyelenggaraan, untuk ritel atau mengejar sales ikuti pameran yang berkaitan dengan hari-hari besar, sedangkan untuk tematik biasanya berkaitan dengan season, bulan April dan September sebegai buyer season. Kelima, dalam memilih agenda perhatikan juga tempat. Di Jakarta misalnya yang terkenal di JCC dan Kemayoran.
           
Keempat, pesiapan sebelum pameran berlangsung, yaitu dari sisi brosur yang harus dijelaskan profil perusahaan, ada website di brosur, ada produk dengan gambar menarik, bahasa kalau bisa ditampilkan dalam dua bahasa yang lebih dianggap berkualitas, apalagi didukung design grafis menarik. Berikutnya contoh produk yang akan ditampilkan juga penting. Seringkali konsumen ingin tahu produk dari bahan bakunya, teknologinya, dll. Seringkali pameran sukses bila UKM bisa menampilkan contoh produk yang lengkap untuk eksperimen. Saat ini konsumen cenderung memilih produk yang ramah lingkungan. Persiapan lain UKM perlu memiliki kemampuan manganalisa pasar, misalnya tren produk yang disukai konsumen saat itu. Berikutnya UKM lebih baik bila memiliki data potensial buyer dari pameran yang diikuti sebelumnya, sehingga komunikasi bisa lancar setelah ia bertemu buyer yang sudah di kenal. UKM juga perlu menyiapkan pendamping untuk berkomunikasi. Misalnya dengan merekrut mahasiswa sebagai penjaga stand.

Kiat UKM mengikuti pameran yang tak kalah pentingnya adalah pada saat berlangsungnya pameran. Perlu diperhatikan beberapa hal seperti melakukan komunikasi secara aktif, karena intinya promosi itu adalah komunikasi. Sebaiknya kalau ada konsumen, ditanya apa tanggapannya terhadap produk kita sebagai masukan, karena dalam kompetisi kita perlu cepat merespon kebutuhan konsumen. Kedua, mengamati perilaku pasar dalam arti mengetahui tren model sebuah produk dan mencatat komentar-kometar dari konsumen yang datang di pameran. Hal lainnya adalah mengamati pesaing, apalagi di pameran sering banyak produk yang sejenis kemudian berusaha  mencari inovasi baru dari yang dilakukan pesaing.
            Setelah pameran berlangsung sebaiknya UKM juga melakukan evaluasi perilaku konsumen sebagai bagian kegiatan produksi. Dari konsep mungkin saja perilaku konsumennya berubah, yang saat ini lebih berorientasi ke produk ramah lingkungan misalnya. Maka UKM harus melakukan penyesuaian. Tak kalah pentingnya memenuhi kontrak dengan buyer, dan sanggup memasok jumlah produk sesuai permintaan buyer misalnya baik secara sendiri maupun lewat kerjasama dengan pengerajin lain. Ada beberapa UKM yang aktif melakukan pameran tidak punya toko tapi melakukan aktivitas pemasarannya dari pameran ke pameran.
            Tugas dari Kementerian Koperasi dan UKM adalah memberdayakan UKM sebagai program stimulan, karena UKM ketika akan terjun memasarkan produknya ke pasar rata-rata tidak punya  pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan, serta biaya. Karena itu diberikan subsidi 50% kepada UKM yang berpotensi memasarkan produknya di pameran luar negeri atau kompetitif di sana. Kalau pameran di dalam negeri bisa kita berikan stand gratis. Bantuan yang sifatnya stimulan itu diberikan sekali saja, lewat dua jalur, yaitu dinas dan lewat pengumuman secara terbuka di media massa. Promosi yang difasilitasi oleh Kementerian UKM ini sifatnya integrated, karena masalah UKM itu kompleks. Misalnya setiap tahun kita adakan Smesco Festival.  Di even itu ada pameran, temu bisnis, konsultasi pemasaran, dan bursa kredit supaya permasalahan UKM itu tuntas. Kalau pameran di luar negeri juga selalu dilakukan acara temu bisnis.
            Di samping pameran, Kementerian Koperasi dan UKM juga membangun infrastruktur pemasaran, baik hardware dan software, seperti dibangun trading board berbasis teknologi informasi computer, seperti website tapi metodenya aktif dalam penjualan produk. Kalau selama ini di website hanya ada beberapa info permintaan atau penjualan dan yang berminat melakukan kontak bisnis sendiri dengan buyer atau produsennya. Sedangkan di website, ada petugas dari kementerian Koperasai dan UKM yang secara aktif mengirim email ke buyer-buyer, sama halnya seperti advertising below the line dengan menyebarkan brosur ke rumah-rumah.

Jadi dicari dulu buyer dari luar negeri yang ingin membeli produk dengan kriteria tertentu, lalu beberapa profil UKM yang produknya sudah diseleksi dari beberapa daerah dikirim ke buyer. Penyeleksian dilihat dari produknya apakah punya prospek pasar, seperti perhiasan, household. Sedangkan produk agribisnis belum kita jembatani karena sifatnya bisa tidak langsung tapi biasanya lewat distributor. Kemudian mereka didaftar, setelah itu dimasukkan ke website dan diberikan email. Kalau mereka belum punya infrastruktur IT, bila ada order akan dikirimkan fax. Untuk mengakses trading board bisa dilihat website www.indonesian_products.com, yang sedang taraf uji coba.
            Kementerian Koperasi dan UKM juga memiliki beberapa program untuk meningkatkan ekspor UKM. Secara garis besar pertama adalah kita harus tingkatkan kepastian dan orientasi produk UKM ke pasar ekspor. Pengertian kapasitas untuk ekspor maka produk harus memenuhi ketentuan selera pasar, sedangkan orientasi itu artinya UKM tidak bisa lagi melakukan sesuatu karena dia bisa tetapi tidak diminati pasar. Jadi UKM perlu rajin mengikuti pelatihan. Yang kedua adalah membangun infrastruktur dengan adanya pameran, pusat promosi. Dan ketiga perlunya iklim atau peraturan yang memudahkan ekspor misalnya dengan melarang ekspor bahan baku kayu supaya UKM kita bisa memperoleh bahan kayu dengan mudah.
           

Hasan Jauhari
Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM
Peluang Usaha

Jumat, 24 Februari 2012



“Kami mempunyai bisns keluarga yaitu produksi bandeng duri lunak di mana sampai saat ini bisnis keluarga tersebut masih melayani daerah makassar saja. Sampai saat ini pusat penjualan kami masih di pasar tradisional dengan kemasan sederhana. Yang ingin kami tanyakan:
1.      Bagaimana cara marketing/membangun jaringan yang baik agar produksi kami ini dikenal publik? Bisakah dipisahkan antara produksi untuk kalangan menengah ke atas dan menengah ke bawah?
2.      Bagaimana kiat dan tips agar produk kami bisa masuk mal-mal?”
—————  
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk memasarkan produk agar cepat di kenal luas di publik. Di antaranya dengan dengan promosi yang gencar melalui media massa (cetak maupun elektronik). Ada dua jalur yang bisa ditempuh, yang pertama jalur advertising (pemasangan iklan) dan jalur pemberitaan (liputan). Kalau Anda mau menggunakan jalur advertising, sudah barang tentu Anda akan berhubungan dengan bagian iklan di media tersebut dan kemudian Anda akan menerima tabel daftar harga iklan plus discount yang akan mereka berikan. Nah, ketika Anda setuju dengan tarif dan ukuran iklan tersebut, maka iklan akan terpasang sesuai dengan waktu yang ditentukan. Saran saya, lebih baik Anda memasang iklan kecil namun rutin atau sering muncul daripada iklan besar tapi hanya muncul sekali atau jarang-jarang. Cara yang kedua adalah menempuh jalur pemberitaan. Anda harus jeli dalam melihat momentum bahwa pihak media selalu membutuhkan informasi atau berita setiap hari.
Oleh karena itu, Anda harus bisa memposisikan diri untuk selalu menjadi sumber berita yang dicari-cari pihak media tersebut. Sudah barang tentu agar bisnis Anda bisa diberitakan, Anda harus mendesign agar bisnis tersebut terlihat khas, unik dan menarik. Jadi kalau sekarang tampilan bisnis Anda masih standar dan biasa-biasa saja, segera cari dan tampilkan  sisi uniknya. Nah, setelah bisnis itu memiliki keunikan, daya tarik dan ciri khas segera komunikasikan hal tersebut kepada masyarakat melalui media cetak. Saran saya, buatlah sebuah business plan dan profile bisnis tersebut. Kemudian perkenalkan kepada media cetak dan elektronik yang ada baik dalam lingkup lokal maupun nasional. Buatlah surat perkenalan dengan dilampiri business plan dan profile company, kirimkan ke sebanyak mungkin media cetak (koran, tabloid dan majalah) serata media elektronik (radio dan televisi). Arahkan surat tersebut ke bagian redaksi (kepada pemimpin redaksi atau redaktur). Cara ini sudah terbukti efektif diterapkan olek klien-klien saya dan mendapatkan respons positif dari media yang bersangkutan. Akibat profile bisnis mereka bisa diliput dan diberitakan oleh media tersebut. Jika beruntung, Anda akan diundang sebagai narasumber untuk acara talkshow atau bedah bisnis di radio ataupun televisi tanpa harus mengeluarkkan banyak biaya.
            Mengenai segmentasi pasar, akan lebih baik jika segmen pasar dipecah untuk kalangan atas maupun menengah-bawah. Kuncinya adalah pada kemasan bisnis dan kemasan produknya. Anda bisa menjual 2 kali lipat dari harga biasa ketika produk tersebut dijual di mal dengan kemasan yang menarik dan eksklusif. Sementara untuk kalangan menengah ke bawah cukup dengan kemasan yang biasa saja. Yang penting adalah baik untuk kalangan menengah ke bawah ataupun atas tidak dibedakan kualitas dan rasanya.
Kiat dan Tips Agar Produk Bisa Masuk Mal
a.     Kemasan yang menarik
Agar produk bisa masuk mal, yang paling penting adalah masalah kemasan. Anda harus mengubah kemasan agar terlihat menarik dan unik. Misalnya berbentuk tas dengan gambar ikan bandeng dengan warna merah dan kuning yang mencolok. Kemasan yang sederhana akan membuat kesan bahwa produk tersebut murahan
b.      Cantumkan Nomor Registrasi Depkes
Pada kemasan produk, cantumkan nomor registrasi dari Departemen Kesehatan. Jika saat ini belum ada, segera hubungi Dinas Kesehatan untuk mendaftarkan produk Anda. Untuk tahap awal nomor registrasi yang didapatkan berkode SP (sertifikat penyuluhan). Ini sudah cukup untuk meyakinkan konsumen dan pihak mal untuk menerima produk Anda.
c.     Cantumkan Kode Halal.
Kode Halal juga penting untuk dicantumkan dalam kemasan, karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan sangat selektif dalam memilih jenis makanan. Jika belum memiliki sertifikat halal, segera minta informasi ke Departmen Agama dan Balai POM terdekat.
d.     Buat surat penawaran yang menarik.
Sebaiknya Anda juga harus mengajukan surat permohonan kepada pihak pengelola supermarket tersebut yang dilampiri dengan profile perusahaan, jenis-jenis produk, daftar harga, kapasitas produksi (ini sangat penting untuk menjamin kelancaran distribusi barang ke supermarket) serta dilampiri dengan foto dan gambar-gambar produk.
sumber arsip bisnis 

Categories

Social Icons

Pages

visitor

BERLANGGANAN

Unordered List

Sample Text

Featured Posts

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Test Footer 2

Template Information

Popular Posts

About Me

Foto saya
jasa tukang taman makassar dan penyewaan tanaman hias jl.danau tanjung bunga 88. 50 mtr dari polsek tamalate/sekta 11, atau tanyakan stand "arygasebo nursery" kami memiliki 3 stand disana) cara pemesanan melalui via telpon ke 081 343640044 atau email ke cv.arygasebo@gmail.com kami melayani pemesanan keseluruh wilayah indonesia

Followers

Recent Posts

Text Widget